
Putra mahkota negeri Astina Raden Saroja Kusuma selalu bernasib sial dalam mencari jodoh. Ingin memperistri Dewi Siti Sundari kalah dengan Raden Abimanyu. Pengin menikah dengan Dewi Titisari kalah dengan Bambang Irawan. Dengan Dewi Pergiwa pun kalah oleh Raden Gatotkaca. Kali ini dalam lakon wayang kulit Ontoseno Takon Bapa yang dibawakan oleh dalang Ki Hadi Sugito almarhum ini, Raden Saroja Kusuma menginginkan Dewi Pergiwati putri Raden Arjuna sebagai calon istrinya. Namun sayang ternyata Dewi Pergiwati sudah dijodohkan dengan Raden Pancawala putra Prabu Puntadewa raja Amarta, bahkan undangan pernikahan pun sudah disebar.
Berkat kesaktiannya, Begawan Durna berhasil mempengaruhi Raden Arjuna untuk membatalkan pernikahan Raden Pancawala dengan Dewi Pergiwati dan menggantikan mempelai pria dengan Raden Saroja Kusuma. Maka diutuslah Raden Sadewa untuk sowan ke Amarta memberitahukan tentang pembatalan pernikahan ini. Mendengar kabar yang disampaikan oleh Raden Sadewa, sang permaisuri Dewi Drupadi pun menangis dan merajuk kepada Sang Prabu. Prabu Puntadewa tak dapat menahan emosi mendengar tangisan istrinya, dan berkat pengarujh Aji Amral yang dimilikinya Sang Prabu pun tiwikrama menjadi raksasa dan pergi ke Madukara untuk mencari Arjuna.
Raden Sadewa yang terkenal bijaksana akhirnya turut campur dalam permasalahan ini. Ia pun mengusir Raden Pancawala dari Amarta untuk mencuri Dewi Pergiwati dan tidak diperkenankan pulang ke Amarta sebelum bisa menikahi Dewi Pergiwati. Maksud baik dari Raden Sadewa ini ditanggapi dengan rasa putus asa oleh Raden Pancawala yang sejak lahir hingga dewasa belum pernah hidup prihatin. Bahkan ia pun hendak bunuh diri. Beruntung dalam keputus asaannya ia bertemu dengan Raden Abimanyu beserta para punakawan. Oleh Raden Abimanyu, Petruk dipasrahi tugas untuk membantu niat Raden Pancawala mencuri Dewi Pergiwati.
Sementara itu Raden Ontoseno yang tengah beranjak dewasa berniat mencari bapanya, karena sejak lahir belum pernah sekalipun bertemu dengan sang bapa Raden Werkudara. Berbekal petunjuk yang diberikan oleh Sang Hyang Anantaboga, Raden Ontoseno pun sampai ke Madukara. Kehadirannya di Madukara dimanfaatkan oleh Petruk yang sedang kebingungan dan ketakutan akibat tanggung jawabnya yang berat untuk membantu Raden Pancawala. Di sinilah terjadi kelucuan-kelucuan yang khas dalang Ki Hadi Sugito. Sumonggo dipun download lan sugeng nglaras sinambi leyeh - leyeh.
Link download :