Rabu, 11 Januari 2017

Ki Hadi Sugito - Durna Picis

Prabu Duryudana mengumpulkan para pinisepuh negara Astina guna membahas surat yang dikirim Raden Arjuna kepadanya. Adapun dalam surat itu Arjuna meminta untuk sementara waktu negara Astina diserahkan kepadanya sebagai sarana berkumpulnya kembali para istri Madukara yang telah pergi meninggalkannya karena mereka menyangsikan bahwa Pendawa mempunyai hak atas bumi Astina. Setelah para istri Madukara berkumpul kembali, negara Astina akan diserahkan kembali kepada Kurawa. Prabu Baladewa menyarankan untuk mengabulkan permintaan itu. Patih Sengkuni pun mengamini usulan ini dengan catatan harus dibuat perjanjian tertulis.

Adapun Resi Durna menolak pendapat Prabu Baladewa dan Patih Sengkuni. Ia pun menyarankan untuk tidak menyerahkan negara. Seperti biasa, Prabu Duryudana pun menyetujui usulan Sang Resi. Bahkan menjanjikan hadiah sepertiga bumi Astina kepada Resi Durna apabila ia bisa berhasil membunuh Raden Arjuna.

Tak berapa lama Raden Arjuna pun sampai ke hadapan Prabu Duryudana untuk meminta jawaban dari surat yang telah ditulisnya. Sementara itu Resi Durna yang tengah terbayang-bayang hadiah sepertiga bumi Astina apabila bisa menghabisi Raden Janoko, segera menghunus Keris Cundo Manik dan menikam Janoko dari belakang. Maka gemparlah pisowanan negara Astina.

Tak terima Janoko dibunuh dengan cara yang tidak kesatria, Prabu Baladewa segera meninggalkan pisowanan. Maksud hati pergi ke Amarta untuk mengabarkan kejadian yang baru saja terjadi di Astina, namun di tengah perjalanan berjumpa dengan Adipati Karna. Setelah diberitahu peristiwa yang baru saja terjadi di Astina, Adipati Karna pun mencari Pendeta Durna untuk menuntut balas.

Akan tetapi malang bagi Adipati Karna, iapun harus meregang nyawa di tangan Pendeta Durna. Bagaimanakah kelanjutan kisah wayang kulit Durna Picis yang dibawakan oleh dalang almarhum Ki Hadi Sugito in? Sumonggo dipun download sinambi leyeh-leyeh.

Link download :
Ki Hadi Sugito - Durna Picis.mp3 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8

Kamis, 29 Desember 2016

Ki Hadi Sugito - Baladewa Mandira

Kepergian Raden Arjuna yang tanpa kabar dan tidak kunjung pulang ke Madukara menyebabkan Dewi Woro Sembodro pulang ke Dwarawati. Kabar inipun cepat menyebar kemana-mana dan akhirnya sampai juga ke telinga Baladewa dan oranng-orang Astina. Seperti dikisahkan dalam lakon sebelumnya, Baladewa pernah meminta Dewi Woro Sembodro untuk menikah dengan Raden Burisrawa namun digagalkan oleh Raden Arjuna. Kesempatan inipun dimanfaatkannya untuk kembali menjodohkan Dewi Woro Sembodro dengan Raden Burisrawa. Maka berangkatlah ia beserta para Kurawa ke Dwarawati.

Namun alangkah terkejutnya ketika sampai Dwarawati mendengar penjelasan dari Kresna bahwa Dewi Woro Sembodro selama di Dwarawawti ternyata melakukan perselingkuhan dengan seseorang yang belakangan diketahui bernama Resi Dora Wacana yang sangat sakti. Kesaktian Resi Dora Wacana berhasil mengalahkan Resi Durna dan membuat kalang kabut para Kurawa yang hendak menangkapnya.

Mengetahui kekalahan para Kurawa, Baladewa pun turun tangan. Akan tetapi iapun tidak kuasa menandingi kesaktian Resi Dora Wacana yang kemudian mengubahnya menjadi Mandira Kencana (mandira = pohon beringin). Raden Sencaki pun maju ke arena peperangan namun kalah dan berubah menjadi Kembang Pudak yang kemudian menempel pada Mandira Kencana jelmaan Baladewa. Sampai akhirnya Kresna pun ikut turun gelanggang dan juga dikalahkan dengan mudah oleh Resi Dora Wacana yang membuatnya terdampar sampai Amarta.

Hal yang menjadi pertanyaan bagi para penggemar wayang kulit adalah benarkah Dewi Woro Sembodro melakukan perselingkuhan? Bukankah ia adalah wanita utama yang mendapat sebutan "Baboning Ratu". Untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi dalam lakon wayang kulit yang dibawakan oleh dalang almarhum Ki Hadi Sugito ini, sumonggo dipun download sinambi leyeh-leyeh.

Link download :
Ki Hadi Sugito - Baladewa Mandira.mp3 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8

Sabtu, 05 September 2015

Ki Hadi Sugito - Ontoseno Takon Bapa


Putra mahkota negeri Astina Raden Saroja Kusuma selalu bernasib sial dalam mencari jodoh. Ingin memperistri Dewi Siti Sundari kalah dengan Raden Abimanyu. Pengin menikah dengan Dewi Titisari kalah dengan Bambang Irawan. Dengan Dewi Pergiwa pun kalah oleh Raden Gatotkaca. Kali ini dalam lakon wayang kulit Ontoseno Takon Bapa yang dibawakan oleh dalang Ki Hadi Sugito almarhum ini, Raden Saroja Kusuma menginginkan Dewi Pergiwati putri Raden Arjuna sebagai calon istrinya. Namun sayang ternyata Dewi Pergiwati sudah dijodohkan dengan Raden Pancawala putra Prabu Puntadewa raja Amarta, bahkan undangan pernikahan pun sudah disebar.

Berkat kesaktiannya, Begawan Durna berhasil mempengaruhi Raden Arjuna untuk membatalkan pernikahan Raden Pancawala dengan Dewi Pergiwati dan menggantikan mempelai pria dengan Raden Saroja Kusuma. Maka diutuslah Raden Sadewa untuk sowan ke Amarta memberitahukan tentang pembatalan pernikahan ini. Mendengar kabar yang disampaikan oleh Raden Sadewa, sang permaisuri Dewi Drupadi pun menangis dan merajuk kepada Sang Prabu. Prabu Puntadewa tak dapat menahan emosi mendengar tangisan istrinya, dan berkat pengarujh Aji Amral yang dimilikinya Sang Prabu pun tiwikrama menjadi raksasa dan pergi ke Madukara untuk mencari Arjuna.

Raden Sadewa yang terkenal bijaksana akhirnya turut campur dalam permasalahan ini. Ia pun mengusir Raden Pancawala dari Amarta untuk mencuri Dewi Pergiwati dan tidak diperkenankan pulang ke Amarta sebelum bisa menikahi Dewi Pergiwati. Maksud baik dari Raden Sadewa ini ditanggapi dengan rasa putus asa oleh Raden Pancawala yang sejak lahir hingga dewasa belum pernah hidup prihatin. Bahkan ia pun hendak bunuh diri. Beruntung dalam keputus asaannya ia bertemu dengan Raden Abimanyu beserta para punakawan. Oleh Raden Abimanyu, Petruk dipasrahi tugas untuk membantu niat Raden Pancawala mencuri Dewi Pergiwati.

Sementara itu Raden Ontoseno yang tengah beranjak dewasa berniat mencari bapanya, karena sejak lahir belum pernah sekalipun bertemu dengan sang bapa Raden Werkudara. Berbekal petunjuk yang diberikan oleh Sang Hyang Anantaboga, Raden Ontoseno pun sampai ke Madukara. Kehadirannya di Madukara dimanfaatkan oleh Petruk yang sedang kebingungan dan ketakutan akibat tanggung jawabnya yang berat untuk membantu Raden Pancawala. Di sinilah terjadi kelucuan-kelucuan yang khas dalang Ki Hadi Sugito. Sumonggo dipun download lan sugeng nglaras sinambi leyeh - leyeh.

Link download :

Kamis, 27 Agustus 2015

Mus Mulyadi - Sepi


Lirik :

Wektu saiki
Katone sepi
Sedih yen kelingan
Lelakon jaman wingi

Sliramu mesti
Lenggah ning kono kuwi
Aku ora lali
Marang prasetyo janji

Nanging wusanane
Ilang tanpo lari
Tego medotke roso tresno
Kang kebacut tak gowo

Rasaning ati
Ndonya dadi sepi
Mbesok kapan bali
Kita ketemu lagi

Link download :

Kamis, 20 Agustus 2015

Mini S - Rujak Nanas


Lirik :

Saiki mas kowe kok ngono
Angger angger kok kerep ngoso
Opo lali janjimu wingi
Sak lawase tansah gemati

Opo ra eling karo keng putro
Jare kekantilaning nyowo
Ojo mblenjani ojo nyidrani
Mengko mundak mleni

Rujak nanas wadahi gelas
Mung nglabuhi wong ora nggagas
Gelali mas selehno piring
Ojo lali mas mbok yo eling

Link download :