Kamis, 29 Desember 2016

Ki Hadi Sugito - Baladewa Mandira

Kepergian Raden Arjuna yang tanpa kabar dan tidak kunjung pulang ke Madukara menyebabkan Dewi Woro Sembodro pulang ke Dwarawati. Kabar inipun cepat menyebar kemana-mana dan akhirnya sampai juga ke telinga Baladewa dan oranng-orang Astina. Seperti dikisahkan dalam lakon sebelumnya, Baladewa pernah meminta Dewi Woro Sembodro untuk menikah dengan Raden Burisrawa namun digagalkan oleh Raden Arjuna. Kesempatan inipun dimanfaatkannya untuk kembali menjodohkan Dewi Woro Sembodro dengan Raden Burisrawa. Maka berangkatlah ia beserta para Kurawa ke Dwarawati.

Namun alangkah terkejutnya ketika sampai Dwarawati mendengar penjelasan dari Kresna bahwa Dewi Woro Sembodro selama di Dwarawawti ternyata melakukan perselingkuhan dengan seseorang yang belakangan diketahui bernama Resi Dora Wacana yang sangat sakti. Kesaktian Resi Dora Wacana berhasil mengalahkan Resi Durna dan membuat kalang kabut para Kurawa yang hendak menangkapnya.

Mengetahui kekalahan para Kurawa, Baladewa pun turun tangan. Akan tetapi iapun tidak kuasa menandingi kesaktian Resi Dora Wacana yang kemudian mengubahnya menjadi Mandira Kencana (mandira = pohon beringin). Raden Sencaki pun maju ke arena peperangan namun kalah dan berubah menjadi Kembang Pudak yang kemudian menempel pada Mandira Kencana jelmaan Baladewa. Sampai akhirnya Kresna pun ikut turun gelanggang dan juga dikalahkan dengan mudah oleh Resi Dora Wacana yang membuatnya terdampar sampai Amarta.

Hal yang menjadi pertanyaan bagi para penggemar wayang kulit adalah benarkah Dewi Woro Sembodro melakukan perselingkuhan? Bukankah ia adalah wanita utama yang mendapat sebutan "Baboning Ratu". Untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi dalam lakon wayang kulit yang dibawakan oleh dalang almarhum Ki Hadi Sugito ini, sumonggo dipun download sinambi leyeh-leyeh.

Link download :
Ki Hadi Sugito - Baladewa Mandira.mp3 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8